Beberapa Alasan Mengapa Stres Sangat Berpengaruh Pada Kesehatan

BERKAHPOKER Keadaan darurat di masa pandemik COVID-19 saat ini menyebabkan banyak orang merasa lebih stres. Selain itu, sebagian orang mungkin menghadapi banyak tuntutan setiap hari, seperti menanggung beban kerja yang besar, membayar tagihan, dan mengurus keluarga.

Akibatnya, kita mungkin merasa seolah-olah terus-menerus diserang dan terancam sehingga menimbulkan stres. Padahal, stres bukan hanya dapat mempengaruhi keadaan emosional kita, tapi juga fisik kita.

Stres terkadang bisa menjadi motivator yang membantu kita untuk bangkit dan berlalu dalam waktu yang cukup singkat. Di lain waktu, kondisi ini juga mampu menjadi sesuatu yang sulit untuk diterima.

1. Meningkatkan produksi hormon stres yang berkaitan dengan fungsi-fungsi tubuh

Saat mengalami stres kita cenderung lebih mudah lelah dan merasa cemas. Hal ini disebabkan, saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres yakni hormon adrenalin dan hormon kortisol.

Adrenalin akan meningkatkan detak jantung, meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan pasokan energi. Sementara itu, kortisol yang merupakan hormon stres utama mampu meningkatkan glukosa dalam aliran darah.

2. Menurunkan limfosit dalam darah

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari miliaran sel darah putih. Sel ini terdiri dari limfosit dan fagosit memiliki fungsi untuk melawan bakteri, virus, dan sel kanker di dalam tubuh. Akan tetapi, saat mengalami stres, peran limfosit dalam sel darah putih akan berkurang.

3. Menurunkan produksi antibodi

Tingkat sel darah putih dan hormon sangat berhubungan dengan fungsi imun. Beberapa studi menemukan bahwa stres terkait dengan perubahan, baik dalam sirkulasi jumlah sel darah putih dan jumlah antibodi dalam darah. AGEN POKER TERPERCAYA

Terlebih lagi, stres dikaitkan dengan perubahan dalam berfungsinya sel imun. Artinya, peningkatan kortisol berhubungan dengan berkurangnya jumlah sirkulasi sel darah putih pada individu yang mengalami stres. Dengan lebih banyak stres dan kecemasan lebih sedikit antibodi yang dihasilkan.

4. Mampu meningkatkan peradangan

Walaupun pada dasarnya kortisol dapat meningkatkan kekebalan dengan membatasi peradangan. Namun seiring waktu, saat tubuh menghasilkan terlalu banyak kortisol dalam darah, ini dapat membuka pintu untuk peradangan lebih lanjut.

5. Stres cenderung menimbulkan gaya hidup tak sehat

Ketika sedang stres, orang cenderung kurang tidur, jarang berolahraga, memiliki pola makan yang buruk, serta lebih banyak merokok. Bahkan, beberapa orang menggunakan alkohol dan obat-obatan lainnya untuk mengatasi stres.

Padahal, semua perilaku tersebut telah terbukti mempengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk merespons infeksi. Akibatnya, pada akhirnya hal ini meningkatkan risiko kondisi kesehatan lain seperti sakit kepala, flu, penyakit kardiovaskular, diabetes, asma, dan maag. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *