Beberapa Tips Mendengarkan Dengan Headphone Tanpa Membuat Telinga Rusak

BERKAHPOKER Headphone, earphone, headset, dan perangkat sejenis sangat akrab dengan kita. Biasanya, kita menggunakannya untuk mendengarkan musik atau menonton film. Saking asyiknya, kadang kita tak sadar telah memakainya selama berjam-jam dengan volume yang cukup kencang!

Lebih dari 1 miliar orang dewasa muda berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen karena praktik mendengarkan yang tidak aman. Bahkan, di tahun 2050, jumlahnya diproyeksikan menjadi hampir 2,5 miliar orang!

1. Batas aman untuk telinga adalah 80 desibel dengan durasi 40 jam per minggu

Pembagian paparan bising atau paparan suara berdasarkan lokasinya, yaitu occupational setting dan recreational setting.

Occupational setting adalah paparan suara atau bising di tempat kerja (kantor), sedangkan recreational setting adalah ketika kita di bar, club, konser, atau mendengarkan lagu dengan personal listening device.

batas aman untuk occupational setting adalah 80-85 desibel, maksimal 8 jam sehari. Sementara untuk recreational setting, standarnya adalah 80 desibel dalam waktu 40 jam seminggu.

2. Jangan mendengarkan dengan volume maksimal, cukup 60-65 persen saja

Untuk mencapai batas aman 75-80 desibel, kita disarankan untuk mengatur volume sekitar 60-65 persen saja. Tidak dianjurkan mendengarkan dengan volume penuh atau hingga 100 persen untuk mencegah kerusakan telinga.

3. Pilih listening device dengan noise cancelling

WHO menyarankan penggunaan personal audio system (PAS) yang kedap suara. Ini untuk mengurangi background noise atau bising dari lingkungan sekitar kita. Fitur ini dikenal juga sebagai noise cancelling. AGEN POKER TERPERCAYA

Mekanisme isolasi bising ada dua jenis, yaitu pasif dan aktif. Yang pasif diperoleh dari semacam silikon yang berada di pinggiran earbuds. Silikon berfungsi sebagai noise cancelling agar tidak ada suara yang bocor ke telinga.

4. Membatasi durasi mendengarkan genre musik tertentu

Sebuah penelitian yang membandingkan orang yang terpapar musik klasik dan suara bising. Keduanya terpapar dengan desibel dan jangka waktu yang sama. Hasilnya, telinga yang mengalami kerusakan adalah yang terpapar suara bising.

Kerusakan mungkin semakin parah jika musik keras didengarkan dengan headphone atau ear bud. Tak sedikit musisi yang mengalami gangguan pendengaran dan mengembangkan tinitus, kondisi di mana salah satu atau kedua telinga berdenging.

5. Tidak mengabaikan gejala yang muncul dan cek kesehatan telinga secara berkala

Yang terpenting adalah memiliki kepekaan ketika tubuh mengirimkan sinyal penanda terjadi sesuatu. Gejala yang paling sering muncul adalah telinga berdenging. Jika denging terjadi terus-menerus selama lebih dari 5 menit, bisa jadi itu adalah tanda awal kerusakan saraf. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *